Sabtu, 20 Juni 2020

Pengaruh Pandemi Corona terhadap Mutu pendidikan Indonesia


Menjaga kualitas pendidikan menjadi tantangan nyata di tengah berlangsungnya pandemi Corona atau covid-19. Proses belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik yang semula dilakukan melalui interaksi langsung kini tidak lagi dapat dilakukan. Akibat pandemi, kegiatan belajar mengajar (KBM) pun secara mendadak harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet atau daring.

Seperti yang kita tahu bahwasannya dampak covid-19 sangatlah berpengaruh bagi pendidikan di Indonesia. Bahkan menurut KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan kemendikbud (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) sistem pendidikan Indonesia di tengah covid-19 kini menggunakan kurikulum darurat, yang dimana kurikulum normal tidak semuanya diterapkan oleh sekolah, kurikulum darurat tersebut harus memilih mana yang cocok untuk diterapkan terhadap para siswanya dan mana yang tidak.

Pendidikan saat pandemi ini sangat menghambat materi yang akan guru maupun dosen berikan. Kesulitan yang dialami guru dan siswa akan menjadi masukan bagi Kemendikbud dalam menerapkan pendidikan secara daring.   Internet juga menjadi salah satu sarana yang penting dalam pembelajaran daring. Koneksi internet yang cepat akan mempermudah pembelajaran daring. Namun, koneksi internet yang lambat tentu akan menghambat pelaksanaan daring yang dilaksanakan.

“Bahwa Indonesia sudah tertinggal sebelum masa covid-19 ini. Nah, kalau sekarang justru tambah parah. Karena saya yang berada di pelosok daerah, tidak memiliki fasilitas untuk berkomunikasi yang baik. Ada internet sangat lemot di wilayah kami, sudah itu ekonomi disini sangat lemah, belum tentu kami mampu membeli kuota,” ujar Edward. 

Kesulitan teknis terkait dengan ketersediaan fasilitas hardware ataupun software yang dibutuhkan bagi penyelenggaraan KBM jarak jauh. tidak semua guru dan murid, terlebih di daerah-daerah terpencil, memiliki perangkat yang memenuhi syarat kelayakan bagi pelaksanaan aktivitas daring. Fasilitas jaringan internet yang menjamin keterhubungan pun belum merata keberadaannya di seluruh pelosok Tanah Air.

“Bahwa di daerah kami untuk solusi belajar jarak jauh menggunakan fasilitas internet/IT, memang itu sangat tepat. Karena kondisi, bukan kita sengaja membuat seperti itu tetapi memang karena kondisi mengurangi perkumpulan, pertemuan, atau istilahnya fisik distancing. Tetapi fakta nyata di daerah kami khususnya kabupaten Blongan, Kaltara. Tidak semua lokasi-lokasi pendidikan khususnya SD ada belum ada jaringan internet,“ Ujar Yunus. 

kita tidak boleh menyerah pada keadaan dan membiarkan begitu saja kualitas pendidikan dalam negeri kita menurun di tengah situasi pandemi covid-19. Seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam negeri harus ikut turun tangan mencari jalan keluar dan mencegah kemungkinan permasalahan tersebut. Inilah tantangan sulit dalam dunia pendidikan kita saat negeri ini merayakan Hari Pendidikan Nasional di tengah situasi pandemi global.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar